Jumat, 23 Februari 2018

[Review Buku] Suatu Hari Bersama Ayah Pinguin



 Keterangan Buku:

Judul                                  : Suatu Hari Bersama Ayah Pinguin
Penulis                               : Yovita Siswati
Ilustrasi                              : Clay Studio
Editor                                 : Dewi Widyastuti
Desain                                : Dandy Nugroho
Penerbit                             : BIP (Buana Ilmu Populer)
Terbit                                 : 2018
Tebal                                  : 22 halaman


review buku anak review buku anak rantau review buku anak semua bangsa review buku anak bagus review buku anak bukan kertas kosong review buku anak singkong resensi buku anak singkong resensi buku anak sejuta bintang resensi buku anak semua bangsa resensi buku anak sulung bumi maras resensi buku anak kos dodol resensi buku anak bajang menggiring angin resensi buku anak titipan surga resensi buku anak tani jadi presiden resensi buku anak jalanan resensi buku anak kos dodol lagi resensi buku anak kampung paling fenomenal resensi buku anak gunung jatuh cinta resensi buku anak kos dodol kumat lagi resensi buku anak juga manusia resensi buku anak hiperaktif resensi buku aku anak singkong resensi buku anak-anak angin resensi buku pendidikan anak ala jepang review buku anak-anak revolusi resensi buku bintang anak tuhan ringkasan buku anak sejuta bintang resensi buku anak desa biografi presiden soeharto


Menetaslah telurku ... Menetaslah


Alkisah seekor pinguin jantan yang bernawa Pong-pong dan tinggal di belahan bumi selatan sedang tidur-tiduran santai di pinggir pulau. Ia mengeluhkan jika hari-hari ia tinggal di Antartika, sangat dingin.

Pong-pong yang telah dewasa bergabung dengan pinguin lainnya untuk mencari pasangan. Mereka bernyanyi dan berusaha semerdu mungkin untuk memperoleh pasangan. Ping-ping pinguin betina yang manis, menyukai tarian Pong-pong dan bersedia menjadi istrinya. Bahagia sekali si Pong-pong, mereka berjanji akan hidup bersama selamanya.


Fakta uniknya, seekor pingun menggunakan ekor dan sayangpnya untuk menjaga keseimbangan. Sebab itu gaya berjalan mereka, terlihat imut bukan? Fakta lainnya, seekor pingun agar terlindungi dirinya dari udara dingin, mereka bersembunyi di antara tebing dan gunung es. Mereka berkumpul, saling bersanda satu sama lain. Apalagi ketika mereka mengerami telur, calon anak-anak pinguin. Mereka akan bergantian posisi secara teratur, dari bagian luar dan tengah.

Akhirnya Ping-ping membesar perutnya, ia akan segera bertelur dan Pong-pong akan menjadi seorang ayah. Setelah Ping-ping bertelur, ia akan pergi ke laut untuk makan karena kelelahan. Sementara Pong-pong akan menjaga telur dan menghangatkannya di antara kedua kakinya. Pong-pong bersedih karena harus berpisah sejenak, dari Ping-ping.

Pong-pong bersama pingun lainnya menghangatkan diri saling bersandar dan tidak terasa sudah sebulan berlalu Pong-pong harus berada di sisi terluar barisan.

"Brrr, menetaslah telurku ... menetaslah," ucap Pong-pong bersemangat.

Dua bulan berlalu, giliran Pong-pong berada di barisan tengah, dan ia merasakan tubuhnya menghangat. Calon-calon bayi pinguin sangat dinantikan kelahirannya, oleh ayah-ayah pinguin dan Ping-ping sudah kembali. Pong-pong kembali berbahagia.

Pong-pong akan berenang ke laut untuk mendapatkan ikan, bayi-bayi pinguin butuh untuk makan. Apakah Pong-pong akan mendapatkan ikan selama berenang ke lautan? Ah ternyata tidak semulus dugaan. Banyak burung di angkasa mengincar dirinya, sementara dari dalam laut ada singa laut yang mendekat. Berhasilkan Pong-pong mendapatkan makanan? Hasil buruan apa yang didapatkan Pong-pong? Apakah ikan? Kepiting, cumi-cumi atau udang?


Moral of the story

Sekumpulan pinguin hidup saling berdampingan secara damai, bahu-membahu melindungi telur dari dinginnya Kutub Utara. Kemampuan pinguin dalam menyelam cukup dalam dan pinguin termasuk hewan yang harus dilindungi. Selain perubahan iklim dan berkurangnya makanan, pinguin bahkan hampir punah.

Happy reading! Salam

 Baca juga review buku anak yang lain : 

[Review Buku] Suatu Hari Bersama Burung Kasuari yang Pemalu


[Review Buku] Suatu Hari Bersama Hiu Kepala Martil


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balikku ya. Salam!