Rabu, 21 Februari 2018

[Review Buku] Suatu Hari Bersama Hiu Kepala Martil



Keterangan Buku:

Judul                                  : Suatu Hari Bersama Hiu Kepala Martil
Penulis                               : Yovita Siswati
Ilustrasi                              : Clay Studio
Editor                                 : Dewi Widyastuti
Desain                                : Dandy Nugroho
Penerbit                             : BIP (Buana Ilmu Populer)
Terbit                                 : 2018
Tebal                                  : 22 halaman

Hiu kepala martil mengajak kita berburu dan diburu

Suatu Hari Bersama Hiu Kepala Martil - Hiu kepala martil memiliki panjang badan yang bisa mencapai 6 m, dengan berat 1/2 ton. Keunikan hiu kepala martil, mempunyai rangkaian pori-pori yang bisa mengirimkan sinyal elektromagnetik untuk mendeteksi mangsa. Keunikan sekaligus kemampuan ini disebut electrolocation.




Buku anak kali ini yang saya baca menceritakan perburuan yang dilakukan seekor hiu, yang bernama Shaggy. Entah kenapa halaman kedua yang saya baca membuat sedikit haru, Shaggy menceritakan bahwa dirinya masih bayi. Ia berkumpul dengan bayi-bayi hiu lain yang telah ditinggalkan ayah dan ibunya.


Mereka bersama saling menjaga, makan dan tidur bersama, berenang menuju perairan hangat bersama dan tidak pernah terpisahkan. Mereka bersama hingga tumbuh besar, setiap malam mereka melakukan perburuan di dasar lautan. Jika siang hari mereka bermain bersama, malam hari mereka berpisah dan berburu sendirian.

Dalam buku Suatu Hari Bersama Hiu Kepala Martil , Shaggy juga menceritakan keseruannya berburu mencari mangsa. Keunikan dirinya ia keluarkan untuk mendapatkan  mangsa, dimana matanya bisa berputar laiknya roda. Tubuhnya yang besar ia sembunyikan dibalik perut warna putihnya, seketika itu ia melihat cumi-cumi dan hap! Hiu kepala martil berhasil memangsa cumi-cumi.

Tentu saja makan seekor cumi-cumi tidak bisa membuatnya kenyang, sinyal elektromagnet yang dipunyai hiu martil menunjukkan keberadaan mangsa. Ia berburu dan terus berburu sampai kenyang, tetapi ada saatnya ia pun diburu. Keberadaan Shaggy diketahui oleh hiu dewasa. Ia lari tunggang langgan ketika dikejar, dengan kepala martilnya ia berusaha mengendalikan tubuh. Apakah ia akan berhasil menyelamatkan dirinya?

Ternyata jika sedang jarang makanan, hiu martil bisa memangsa jenisnya sendiri lho dan ada beberapa hiu martil yang agresif dan bisa menyerang manusia. Well, seru juga ya, hidup di perairan yang luas. Tetapi ada kalanya mereka memburu dan diburu.

Moral of the story buku anak, 'Suatu Hari Bersama Hiu Kepala Martil'

Jika ditelisik lebih lanjut ekosistem yang disatukan akan terbentuk sekumpulan rantai makanan. Hubungan populasi satu dengan yang lain akan terlihat, makan dan dimakan dengan tujuan agar makhluk hidup terus bisa menjalani kestabilan ekosistem.

Buku dari penerbit BIP memang selalu mengedukasi pembacanya, termasuk saya sendiri yang sudah dewasa ini menikmati dengan senang ketika membacanya. Happy reading! Salam


Baca juga :

[Review Buku] Suatu Hari Bersama Belalang Ranting


2 komentar:

  1. Hidup memang gitu, ada yg makan dan dimakan. Lumayan juga buat bacaan

    BalasHapus
  2. Seingat saya hiu itu makhluk soliter, penyendiri. Jadi apakah benar hiu martil hidup berkelompok begini?

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balikku ya. Salam!