Minggu, 24 Juli 2016

Kiat Sukses Berwirausaha Ahmadi Amrun, Lurah Kampungwirausaha.com



Bloggerkendal.com - Dalam acara Prakualifikasi teknoprener muda pemula, yang saya ikuti pada hari Senin, 18 Juli 2016, bertempat di ruang Merak, TirtoArum Baru, Kendal. Turut serta mengundang Ahmadi Amrun, Lurah kampungwirausaha.com sebagai pembicara. Pada kesempatan tersebut, mas Ahmadi membagi kiat sukses berwirausaha. 

Adapun kiat sukses berwirausaha tersebut memiliki 3+2 elemen untuk entrepreneur. Mengapa tidak langsung mengucap 5 elemen, kenapa harus 3+2 ? Mas Ahmadi mengemukakan karena otak manusia hanya bisa mengingat 3 hal. Yuk belajar apa sih 3+2 elemen kiat sukses berwirausaha.

Keberanian dengan tanggungjawab



Banyak yang gagal, karena takut mencoba. Hal yang sangat lumrah jika setiap orang yang takut mencoba, akan menemui kegagalan. Tetapi sudah sewajarnya jika orang yang mencoba, memiliki risiko-risiko yang harus dihadapi. Lha ini mencoba aja belum sudah takut, alhasil ia sudah gagal di depan. 

Kalahkan ketakutan dengan langkah kecil. Rasa takut dipunyai siapa pun, anak kecil sampai orang dewasa. Versi ketakutan juga bermacam-macam. Rasa takut ialah bentuk dari sebuah perlindungan akan sesuatu. Maka hadapi saja pelan, dengan langkah kecil. Lakukanlah sekarang juga tanpa 'tapi' dan 'nanti'.

Pada elemen ini mas ahmadi mengajakan agar ketika kita berwirausaha nggak perlu pakai mikir, "Kayak masuk kamar mandi aja!"  Harus diusahakan juga bisnis yang nggak ada ruginya, karena orang yang kuat ialah orang yang tahu strategi pemasaran. 
"Jangan lakukan hal yang sama berulang-ulang dengan berharap mendapatkan hasil berbeda," tuturnya. 


Kreadibilitas dan integritas

Anda harus jujur dan handal, karena jujur saja tidak cukup tanpa kemampuan yang bisa di andalkan. Handal dalam artian bisa dijagake, selalu siap dan ada, serta amanah.

Besarin impact bukan image. Impact di sini berkaitan dengan produk yang kita miliki akan berpengaruh seperti apa kepada penggunannya. Akan terjadi dampak dan efek yang bagiamana. Sementara image/brand/merek  adalah yang nomor dua. Jangan sampai barang buruk kita pasarkan/dijual. Namun yang terpenting dari itu semua adalah cashflow (aliran kas) baik yang keluar atau pun yang masuk terus mengalir secara lancar. 
"Cash is king, profit is queen," ucap mas Ahmadi dengan sumringah. 

Silaturahmi dengan tulus

Ringan kaki dalam silaturahmi. Ini digambarkan dengan seoang murid yang ingin belajar mencari ilmu, bukan guru yang mendatangi namun sebaiknya murid yang langsung mendatangi sang guru. Mencari dan bersilaturahmi menghadap gurunya. Kalau sudah dekat nanti nggak perlu kita minta, kita akan dikasih dengan cuma-cuma. 
Ringan tangan dalam membantu. Lebih baik tangan di atas daripada tangan di baawah, kita ditanamkan untuk bisa memberi bukan meminta terhadap oranglain. 
Memberi tanpa harapan akan menerima balik. Belajar untuk mengikhlaskan.
"Ibarat orang BAB, los aja."

Tambahan dua elemen lain

Kreatif
Kreatif itu berbeda. Di sini ditekankan bahwa kreatif yang harus kita lakukan tetap beretika dan menghormati pesaing. 
Contoh: Usaha resto pak Bambang yang memberikan makan gratis tanpa membayar, bagi orang-orang yang memiliki nama sama dengannya. 
Kemauan untuk terus belajar mengupgrade diri. Kemauan belajar dari buaian hingga liang lahat. 
Siap menghadapi perubahan jaman dan gunakan tekhnologi. Karena kita berbisnis maka bisnis sama dengan menjual. 

Tekun dan konsisten
Konsisten dengan strategi yang dimiliki adakan review ulang
Ketekunan akan mengalahkan kepintaran
Bukan sekadar jalan terus, tetapi harus punya strategi
Ukur efektifitas
Ciri-ciri orang yang tekun adalah: saat orang lain sudah bosen, kita masih tetap melakukan.
Mas Ahmadi kembali mengingatkan kita kepada kolonel Sanders, pelopor KFC pada usianya ke 66 tahun baru berhasil mewaralabakan bisnis ayamnya. 

FORMULA SUKSES: Target- Strategi- Tes (action)- Ukut- Sesuai target

Ingat!!!
Segala yang bisa diukur pasti bisa ditingkakan.
Jadi, ilmu yang harus dipelajari seorang entrepreneur?
Mindset, marketing dan pencatatan keuangan.

Kalau dijalan kita ketemu jalan buntu, melompatlah, kalau tidak bisa belok kanan, belok kiri dan putar balik. Kalau nggak bisa juga ketemu jalan yang bener, ngebor aja, buat jembatan, nggak bisa juga? Pakai drone, menyelam, dobrak, 'sampai nemu jalan keluar'. Saya merasa kembali hidup dengan materi yang disampaikan oleh mas Ahmadi ini. Bertabur ilmu, berkah serta manfaat.

Ohya satu lagi, mas Ahmadi membocorkan Marketing yang sederhana, ialah:

Positiongin - Strategi
Promotion-Kampanye
Selling-Closing
Branding-Loyalitas

Dimana alur jalannya, kita harus menentukan dengan spesifik target pasar. Mencari kriteria yang dibutuhkan dan dimau target, menentukan score pesaing vs produk milik kita. Mengambil cerah difrentsial (berbeda), memposisikan produk kita agar tertanam dibenak konsumen dan membuat slogan sebaai komunikasi positioning. Misalnya seperti minyak goreng tropical, slogan/tagline yang telah tertanam dibenak konsumen adalah; dua kali penyaringan. 

"Bisnis itu nggak perlu rencana, tetapi mau usaha dibutuhkan sebuah rencana," tutupnya dengan senyum lebar. Setelah pembicara selesai, teknopreneur muda pemula diberikan waktu untuk sesi tanya jawab. Semua pertanyaan dijawab beliau dengan penjabaran singkat dan gamblang. 

Saya mengamati detail lekuk wajah beliau, yang kini sedang rajin memanjangkan jengotnya, celana sarung kotak-kotak yang selalu jadi andalannya, juga topi yang biasanya dikenakan terlihat tidak dikenakan.

Terimakasih sudah membimbing dengan baik, menjadi guru, menjadi idola yang menginspirasi buat saya dua tahun belakangan ini. Terimakasih atas segala ilmu, manfaat dan keberkahan yang dibagi tanpa pernah ada tanggal dan batas waktunya. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ^_^