MENU

Rabu, 30 Oktober 2019

Inilah Modal Menulis Bebas | Freewriting Sytle



Inilah Modal Menulis Bebas | Freewriting Sytle - Menulis bebas tidak sesusah yang dibayangkan kok gaes, karena menulis bebas itu ibarat kita lagi naik sepeda. Kita bisa ngebut di sepanjang jalan, sesekali melepaskan tangan atau melompat. Tapi ada syaratnya yang harus dipenuhi, yakni modal keterampilan.

gaya penulisan dalam biografi gaya penulisan biografi gaya menulis huruf macam macam gaya penulisan biografi gaya penulisan jurnal gaya pengarang penulisan adalah gaya penulisan deskriptif naratif


Nggak mungkin, kan kita bisa naik sepeda tanpa adanya keseimbangan. Apalagi untuk ngebut dan melompat, butuh menyelaraskan kecepatan, kelincahan memegang stang maupun rem. Bisanya ngebut kita lakukan setelah hapal dengan jalan, dimana polisi tidurnya, lubang jebakan, atau ada persimpangan. Kita butuh strategi bukan? Secara tidak sadar, kita sudah menyimpan mental map di dalam otak. Hal ini berlaku juga ketika kita menulis bebas. Mental map tadi, kita gunakan sebagai bahan dalam tulisan.

Contoh gampangnya, kita ingin menulis obyek wisata Lawang Sewu, eh tapi kita belum pernah ke sana nih. Jadi gimana dong? Atau kita ingin memberikan cerita tentang kerennya bermain piano, tetapi kita belum pernah sekalipun mencoba. J.K. Rowling juga belum pernah bersekolah ke sekolah penyihir tuh, tapi bisa menceritakan dengan lihainya. Karena semua itu butuh yang namanya referensi. Butuh fantasi dan imajinasi.

Ada 5 modal yang kita butuh ketika menulis bebas, apa saja sih?


gaya penulisan dalam biografi gaya penulisan biografi gaya menulis huruf macam macam gaya penulisan biografi gaya penulisan jurnal gaya pengarang penulisan adalah gaya penulisan deskriptif naratif


Modal suka membaca
Modal gemar mendengarkan
Modal senang menonton film
Modal gemar mengamati
Modal mengamati apa yang terjadi

Mari kita intip sedikit penjabaran tentang modal menulis bebas.

Modal suka membaca

Konon otak manusia hanya bisa terpakai 1% dari kapasitas maksimalnya. Hitungan 1% tersebut, adalah hitungan dari orang-orang yang aktif menggunakan otaknya. Free space dalam otak inilah yang harus kita gunakan, jangan biarkan kosong. Caranya dengan banyak membaca. Baca tulisan-tulisan yang kamu senangi, bisa tentang hobi atau kegiatan yang sedang kamu geluti. Karena menulis bebas akan selancar jalan tol, jika kita kaya akan perbendaharaan kata. Sekalipun kamu hanya membaca pembungkus sesobek kertas kacang rebus yang kamu beli di jalan.

Modal gemar mendengarkan

Jika kita kurang suka membaca tapi lebih nyerap ilmu dengan mendengar, ada baiknya pilihan kedua jatuh dengan modal mendengar sebagai penambah wawasan. Bisa dengan mendengarkan talkshow di TV, mengikuti seminar, atau menonton youtube yang memuat kisah edukasi. Karena biasanya seorang penulis memiliki kepekaan, dan radar kuat hanya dengan mendengar di sebuah ruang seminar.

gaya penulisan dalam biografi gaya penulisan biografi gaya menulis huruf macam macam gaya penulisan biografi gaya penulisan jurnal gaya pengarang penulisan adalah gaya penulisan deskriptif naratif


Modal senang menonton film

Jika kamu suka menonton film, banyak sekali ilmu yang bisa dipelajari dari sebuah tontonan. Dari dialognya, settingnya, karakternya, ceritanya yang akan membuat kita memiiki kekayaan ide dan imajinasi. Bagaimana sebuah film yang kita tonton, membawa hikmah setelah kita menyelesaikannya. Pernah merasa demikian? Hal tersebut bia membantu kita lancar dalam melakukan freewriting. Apalagi setelah nonton filmnya ditulis menjadi sebuah review.  Blog akan penuh dengan konten jadinya.

Modal mengamati apa yang terjadi

Mengamati bisa dari mana saja, dari rumah, lingkungan sekitar, teman, sekolah atau bahkan iklan yang sering kita tonton. Bagaimana mereka berlomba-lomba menulis sebuah iklan yang menarik, yang disesuaikan dengan target pasarnya. Misalnya anak muda, ya tulislah dengan bahasa yang gaul. Amati dengan terjun langsung ke lokasi, berada di tengah-tengah mereka, catat, lihat, dengar dan bagaimana mereka bercakap-cakap. Tapi sekarang tak perlu susah lagi, bergabung saja dengan komunitas online yang ada di facebook misalnya.

Modal suka merekam

Merekam bisa menggunakan apa saja, bisa merekam dengan memotret, menggunakan voice recorder, atau bahkan menulisnya. Dengan melihat secara langsung, membantu kita menuangkan dan sekaligus mengasah kepekaan kita. Misalnya jika kita susah menggambarkan sebuah cerita tentang pasar tradisional, potret saja. Nanti pada saat di rumah ketika ingin menuliskannya, kita lihat fotonya dan mulai belajar mendiskripsikannya. Atau juga rekam dengan voice recorder suasana pasar, selain ramai pasti ada tawar menawar yang dilakukan penjual dan pembeli, suara pisau memotong daging, dan kebisingan apa saja yang kamu dengar bisa melengkapi ceritamu.

              Bagaimana? Sudah memiliki gambaran mau menulis apa? Menulislah terus dan berulang, karena menulis adalah kegiatan yang membutuhkan keterampilan. Semangat!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balikku ya. Salam!