Kamis, 27 April 2017

Cilok Idun | Street Foodnya kaliwungu

Cilok Idun  Street Foodnya kaliwungu


Bloggerkendal.com - Masyarakat Kendal, khususnya yang tinggal di Kaliwungu, pastinya sudah tidak asing dengan cemilan satu ini. Yang bentuknya bulat, kenyal, ada isinya serta memiliki bumbu yang khas. Banyak juga yang mengidolakan cemilan ini, termasuk saya. Dialah Cilok Idun, street foodnya Kaliwungu.

Cilok Idun tidak hanya digemari kalangan dewasa, tetapi juga anak-anak yang masih berseragam sekolah. Beberapa kali memerhatikan, Cilok Idun biasanya mangkal di pertigaan Sawah Jati, di depan Korea Chicken. Namun kalau sudah agak siangan, ia akan berpindah ke depan masjid, jadi buat kamu yang sedang mencari cilok Idun dan kelewatan di jam 10-an sebaiknya langsung meluncur di sekitaran depan masjid.

Bukan cilok bang Idun ya, jadi Idun ini berati : enak, lezat, bagus dan lain-lain. Itu kata abang si penjual waktu saya tanyain. Sementara cilok sendiri itu adalah singkatan dari; aci dicolok. Camilan yang cukup merakyat ini sangat digemari, tidak hanya enak tapi juga disukai oleh lidah orang Indonesia.



Cilok Idun  Street Foodnya kaliwungu
Cilok Idun  Street Foodnya kaliwungu

Setiap kali lagi kepengen makan cilok Idun ini, pasti deh banyak yang gerombolin dan kita harus rela mengantri.  Penjual cilok Idun tidak hanya satu di Kaliwungu, tetapi jumlahnya banyak namun mereka tetap satu suplier/distributor. Jadi misal beli cilok Idun bukan di abang yang A, nggak usah takut untuk beli di abang yang B. Karena kualitas rasa yang dijual tetap berkiblat kepada satu pembuat.

Denger cerita dari sahabat saya Oky, setiap satu bungkus plastik gede yang si abang jual berisi 100 biji cilok dan setiap cilok yang terjual laba per bijinya 200 perak. Coba 200 perak dikalikan perjualannya kita. Misal kita mesen 300 biji cilok buat dijual? Udah berapa tuh? ngeliatnya jangan nominal kecilnya, tetapi pada faktor kalinya. Buat yang kepengen usaha apa pun itu, jangan kita lihat dari laba kecilnya yang kita dapat yes? Namun faktor kali dan faktor lancarnya usaha daripada laba gede cuman sebulan sekali. Iya kan? Selalu istiqomah ya buat yang sedang merintis usahanya ataupun yang sudah berjalan lama usahanya, tetap harus bertahan hingga tahunan hingga ke anak cucu nantinya.

Cilok Idun ternyata juga ada komunitasnya lho di facebook, hahaha ... buat yang penasaran bisa mantau tuh. Karena bagaimanapun sekarang jamannya serba online, kalau ingin tetap dikenal baik masyarakat sendiri maupun masyarakat luas kita pun harus mau turut andil mengonlinekan dagangan kita. Kadang seseorang melihat kita dari keberhasilan y
ang kita raih, bukan dari usaha apalagi dari kegagalan yang pernah dialami.

Kombinasikan ikhlas, kerja keras, doa, tawakal dan usaha kita untuk menuai kesuksessan. Ada satu lagi, jangan lupa untuk selalu bersabar.

Salam



6 komentar:

  1. Kalau di Bandung mah cilok edun, pe sini jadi cilok idun ya hehe, wah jadi aja pengen cilok 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Edun sama Idun beda apa sama mba Vit?
      hahahha logat wong Jowo biasa :-D

      Hapus
  2. Sampai sekarang aku penggemar berats cilok. Pernah coba bikin sendiri ga susah2 amat ternyata hihi

    BalasHapus
  3. Sekarang yang jualan cilok menjamur ya mbak nng Kaliwungu :D

    BalasHapus
  4. Wahhh banyak cilok juga di deket rumah, tapi jarang beli, hihii

    BalasHapus

Terima Kasih telah berkunjung ^_^