Senin, 13 Maret 2017

Serabi di Pasar Pagi Kaliwungu






Bloggerkendal.com - Serabi, masih ada yang ingat jajanan pasar dengan nama itu? Biasanya disajikan dengan santan dan kincau yang manis.

Kemarin minggu saya menyempatkan diri ke Pasar Pagi, Kaliwungu untuk nyari sarapan sekalian jajan. Waktu masuk di jalan tengah, ketemu sama bapak-bapak yang udah sepuh. Ada yang menghangat di hati saya, seperti perasaan yang haru yang membiru.

Meski tubuh rentanya semakin ringkih, keriput pada tulang pipinya terlihat nyata ia tidak berhenti menyerah. Langkah kaki saya yang sudah maju beberapa langkah, mundur kembali. Dengah apa aku harus menghargai perjuangannya, namun satu hal yang bisa kulakukan; membeli dagangannya.




Bebreapa manusia lainnya masih memilih untuk mengeluh, memalingkan hatinya ketika berputus asa. Padahal Allah mendengar apa saja yang kita keluhkan,  Allah akan menjawab lebih dari yang kita minta pun kita inginkan. Ketika saya melihat kakek renta itu, rasanya saya perlu berkaca berkali-kali untuk memperbaiki diri lagi.

Jangan pernah takut atas doa-doa yang tak terjawab, karena doa-doa tidak akan pernah memakan waktu yang lama untuk sampai kepadaNya. Langit ketujuh tidak pernah berjarak lebih jauh dari urat di leher kita. Maka memintalah hanya padaNya, meski menurut kita begitu mustahil dan rumitnya namun bagi Dia kerumitan masalah kita tidak ada apa-apanya.

Balik ke jajanan Serabi ini, rasanya enak, gurih dan manis. Biasanya di bulan Ramadhan jajanan ini selalu ada di mana-mana karena seperti khasnya pada bulan tersebut. Kue Serabi terbuat dari bahan dasar tepung beras dan santan saja. Pembuatannya pun mudah. Namun ada yang bisa jadi sedikit pembeda, Serabi yang dibuat dengan menggunakan anglo (tungku masak) akan lebih menghasilkan cita rasa yang khas dan sedap.



            Semakin ke sini Serabi memiliki perkembangan yang semakin menarik, disajikan tidak hanya dengan warna putih tetapi warna-warni. Toping yang digunakan pun beraneka macam, tetapi saya masih setia dengan Serabi yang model lama. Hanya dengan tambahan santan dan kincau saja. Masih adakah jajan Serabi yang ada di daerahmu? Share yuks!

Salam



16 komentar:

  1. Duhhh jadi rindu makan serabi. Di deket rumah kebetulan ada tempat makan yang menyuguhkan serabi dengan banyak varian rasa. Tapi bentuknya udah ga setangkup. Cuma setengah terus dikasih toping atasnya.
    Di pasar udah ga ada yang jual serabi. Semakin langka rasanya. Kecuali kalau pulang ke Bandung, masih banyak yang jual

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang dimasak dari anglo paling sedep rasanya mba Dian
      hihihi jadi pengen makan lagi ih.

      Hapus
  2. Sejenis serabi ngampin nggak Nyi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. serabi ngampin malah baru denger aku mba Wid hehhehe

      Hapus
  3. Di sini dulu ada yang jual serabi. Sekarang udah pindah tempat. Ga pernah keliatan lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jajanan yang harus dilestarikan iki beb hehehhe saki wes hampir punah

      Hapus
  4. kalo aku paling suka serabi notosuman..yang ini sepertinya enak juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. serabi noto suman udah terkenal di mana2 ya hehehe

      Hapus
  5. Karena langit ketujuh itu tak pernah lebih jauh dari urat leher kita. Jlebbb...kok jadi pengen nangis? Ada di daerah malang, namanya serabi imut, kalau di pasar batu,,hmmm kayaknya ada tapi aku lupa...lama nggak pulang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehhehe mendadak haru ya mba :-D
      ayo pulang kapan? mampir ke Kaliwungu

      Hapus
  6. Jangan pernah takut atas doa-doa yang tak terjawab, karena doa-doa tidak akan pernah memakan waktu yang lama untuk sampai kepadaNya. Langit ketujuh tidak pernah berjarak lebih jauh dari urat di leher kita. Maka memintalah hanya padaNya, meski menurut kita begitu mustahil dan rumitnya namun bagi Dia kerumitan masalah kita tidak ada apa-apanya. ---- sukaaaaa, makasih mbak :)

    BalasHapus
  7. Serabi disini dijualnya digulung daun pisang trus dikais plastik jualnya di lapak jajan2 tradisional, rasnaya agak beda sama yg dijual anget2

    BalasHapus
    Balasan
    1. sedep ya digulung daun pisang gitu :-D
      kayknya lebih tipis ya kalau yang digulung daun pisang, aku juga udah pernah nyoba.

      Hapus
  8. Limited ia sekarang yang jualan Surabi, kemarin di Kuningan Madya ada Surabi Solo tapi cepet Habis jadi sering gak kebagian ... wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. datengnya agak awal biar nggak keabisan kakak

      Hapus

Terima Kasih telah berkunjung ^_^