Selasa, 29 November 2016

Siomay KLW City Bang Dul




Bloggerkendal.com - Postingan ini akan menceritakan mengenai siomay, jenis dim sum yang konon berasal dari Mongolia Dalam. Adonan siomay berasal dari tepung sagu atau taipoka yang diberi isi/campuran menggunakan ikan tengiri, ada juga yang menggunakan daging sapi, udang dan lain-lain.

Siomay biasanya disajikan dengan pelengkap sayuran kubis, kentang, telur, pare, tahu dan sebagainya. Mereka dikukus bersama dalam satu panci dan disajikan hangat. Sementara  rempah pelengkapnya ialah menggunakan siraman sambel kacang, saus dan kecap. Ada juga yang dimakan begitu saja tanpa siraman sambel atau kecap.

Karena saya kost di Kaliwungu, sebagian besar postingan saya berisi kuliner di seputaran Kaliwungu. Saya punya tukang siomay langganan, ialah Siomay KLW City Bang Dul.



Bang Dul ini masih muda, berjualan di Mi Krajan Kulon, Kp Kembangan. Banyak yang berjualan siomay sebenarnya, tapi saya paling cocok dengan siomay bang Dul. Awal mengenal siomay bang Dul, ini dari kawan saya Fikri anak Sekopek. Dia sering nitip saya siomay kalau lagi jajan, "Pokoke seng dodol cah enom, nek nggak kui orak", titah sahabat saya Fikri. Hahaha ... penasaran dong, ya kenapa harus siomay itu. Akhirnya aku dan Oky mencicipi siomay bang Dul, yang akhirnya membuat saya dan Oky berlangganan bang Dul.



Harganya 500,- rupiah tiap bulat siomay, kalau lagi laper saya beli 3000,- tapi kalau lagi nggak laper tapi kepengen saya beli 1000,- rupiah hahhaa ... ngirit banget ya. Walaupun belinya cuman 1000,- biasanya bang Dul ngasih 3 bulatan siomay, nggak tahu tuh kenapa. Bonus kali ya? hahaha ...

Saya nggak tahu selain di Mi Krajan Kulon, bang Dul jualan di mana lagi. Yang jelas rasanya siomay bang Dul, patut dicoba untuk penggemar kuliner Siomay. Oh ya, bang Dul juga terima orderan untuk acara besar, semacam resespsi pernikahan gitu. Cita rasa siomay bang Dul, nggak cuma enak tapi ketika kita mengunyahnya rasa ikan tengirinya keluar. Sayangnya akhir-akhir ini, bang Dul hanya  menjual siomay dan tahu saja. Kalau ditanya, "Kubisnya mana Bang?"
"Urung ditandur mbak," jawabnya hahaha ... emang deh bener-bener.



Saya ingin sedikit mengomentari usaha siomay bang Dul. Pertama, karena dia berjualan dia bisa juga disebut pengusaha, 'pengusaha siomay', keren kan? hehehe ...

Kedua umurnya yang muda dan nggak banyak gaya, sedikit membuat saya terkagum. Kalau masih jadi pengusaha pemula, memang seharusnya jangan banyak gegayaan. Jika profit kita belum besar dan cashflow kita belum stabil, sebagai pengusaha  hendaknya kita ngempet. Ngempet untuk membeli apa  yang sebenarnya tidak kita butuhkan, karena gaya hidup yang berlebihan akan membuat bisnis kita hancur perlahan.

Pun jika keuangan usaha anda sudah mumpuni, pergunakan dengan bijak dan baik. Jangan dicampuradukan keuangan bisnis dengan pribadi. Yang terakhir, berhati-hatilah dan jangan menjadikan diri kita sombong karena sudah bisa memiliki usaha sendiri. Tetap jaga gaya hidup kita yang sederhana. 

Eits … jangan lupa, nikmati siomay selagi hangat ya!



Salam



Baca juga : Es Buah Rumput Laut

4 komentar:

  1. Wakakak, taktandurke kol le ya Bang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk iya ki Mba tandurno, ben dia kulaan di tempatmu hahahhaha

      Hapus
  2. Saya sudah 2x ke MI krajan Kulon, tapi gak pernah nemu... Hiks 😭😭😭😭

    BalasHapus

Terima Kasih telah berkunjung ^_^