Sabtu, 22 Desember 2018

Kriteria Venture Capital yang Memiliki Kredibilitas Baik


Kriteria Venture Capital yang Memiliki Kredibilitas Baik  - Sudahkah anda melakukan inovasi sejak dini? Percaya atau tidak di zaman yang serba modern ini beragam investasi, usaha, serta bisnis berlomba-lomba dilakukan oleh banyak orang. Adanya keberagaman dan inovasi yang terbarukan menandakan adanya kemajuan dalam teknologi. Dari beberapa metode investasi salah satu yang berkembang adalah Venture Capital. Investasi jenis ini adalah pembiayaan yang berbentuk pemberian modal. Modal ini nantinya akan diperuntukkan bagi pasangan usaha yang berasal dari perusahaan swasta dengan kurun waktu yang sudah disepakati bersama. Umumnya investasi ini berupa penyerahan modal secara langsung. Kemudian pada akhirnya akan ditukar saham dari perusahaan pasangan usaha yang bersangkutan.




Ciri-ciri Venture Capital yang Baik

Perkembangan sistem ini mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya, investasi yang diberikan juga sebanding dengan pertumbuhannya yang semakin pesat Bahkan berdasarkan hasil 2016 yang lalu beberapa negara sudah memberikan dana senilai 100 miliar dollar Amerika Serikat ke banyak perusahaan startup-nya.


Di dalam perjalanan bisnis atau usaha sebuah perusahaan atau startup, salah satu hal penting yang harus dilakukan dipegang erat-erat adalah kepercayaan. Adanya kepercayaan yang baik dapat berdampak positif pada majunya perusahaan.

Untuk mendapatkan kepercayaan tersebut, biasanya lembaga pembiayaan atau peminjaman harus memenuhi persyaratan serta memiliki nilai atau potensi yang bagus di mata perusahaan Venture Capital agar perusahaan tersebt dapat membantu mencairkan dana peminjaman untuk keberlangsungan perusahaan. Untuk itu berikut akan dijelaskan kriteria Kapitalis Ventura yang mempunyai kredibilitas baik.

1.     Berdampak Luas Bagi Masyarakat

Syarat pertama kriteria Kapitalis Ventura yang baik adalah bagaimana dampaknya terhadap masyarakat. Tidak hanya bagus secara pencitraan maupun hal-hal yang memang diperhatikan, akan tetapi juga dilihat dari karakter serta sikap yang terdapat pada orang-orang yang berada di startup juga menjadi salah satu kriteria penilaian.

2.              Memiliki Produk yang Baik

Kriteria kedua yang penting untuk diperhatikan adalah produk. Sebuah produk yang berasal dari startup akan jadi acuan yang dijadikan pilihan oleh Indonesia VC. Produk yang dihasilkan harus memiliki daya beli yang tinggi serta dapat menjadi unggulan di tengah-tengah masyarakat. Kurangnya minat terhadap produk tentu dapat pula menurunkan kualitas yang dimiliki oleh startup tersebut.

3.              Mengatasi Solusi

Kriteria Venture Capital yang selanjutnya adalah problem atau masalah. Maksudnya adalah apakah produk seperti yang dijelaskan di atas tadi dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada atau tidak. Jikapun produk tersebut dapat mengatasi masalah yang ada maka juga harus memiliki dampak yang baik bagi masyarakat. Apabila produk tersebut tidak dapat memecahkan masalah maka sangat rendah nilainya dan dianggap sebagai produk yang sia-sia.

4.              Memiliki Potensi yang Baik

Hal yang dilihat selanjutnya adalah potensi, seberapa besar potensi yang dimiliki oleh perusahaan atau startup tersebut yang dinilai dari berbagai macam aspek. Apakah produk yang dihasilkan hanya dapat dipakai oleh orang dalam jangkauan wilayah yang sempit ataukah dapat mengekspansi ke seluruh penjuru negeri bahkan mancanegara? Semakin besar jangkauan yang dimiliki oleh startup maka akan semakin bernilai baik startup maupun produknya.

Hal itu berlaku pula sebaliknya, apabila produk yang dihasilkan hanya mencakup satu wilayah kecil saja maka potensi yang dihasilkan akan semakin kecil. Anda dapat melihat beberapa startup yang punya nilai potensi  yang baik serta jangkauan wilayah yang luas seperti Modalku, Uangteman, Tokopedia, Traveloka, dan lain sebagainya.

Demikian adalah beberapa kriteria Indonesia VC yang memiliki kredibilitas yang baik. Adanya kriteria di atas sebaiknya diperhatikan agar tidak salah dalam menentukan pilihan. Tetapi kembali lagi kepada kita sendiri, sebagai pemilih keputusan. Salam!

33 komentar:

  1. kredibilitas memang penting banget yaa, Mba. Kita memang wajib selektif memilih perusahaan (apalagi yang berhubungan dengan masalah keuangan) yang memiliki kredibilitas baik

    BalasHapus
  2. Berarti harus benar-benar dipelajari dulu mana yang memiliki kredibilitas baik. Jangan sampai salah memilih.

    BalasHapus
  3. Wah aku awam banget ttg hal ini..TRIms sharingnya, menambah wawasanku..

    BalasHapus
  4. Setiap investasi pasti ada resikonya. OJK salah satu tempat yang bisa kita kunjungi untuk mengecek keabsahan venture capital

    BalasHapus
  5. Mengatasi masalah tuh penting banget ya mba, meskipun berdampak luas, laku keras, tapi hanya karena kekinian, lama2 juga bakalan melempem hehehe
    Ada banyak yang kayak gini di zaman sekarang, terlihat laris karena kekinian, padahal yang beli ya cuman karena ikut arus kekinian :)

    BalasHapus
  6. Aku awam banget soal investasi dan kawan-kawannya. Wajib untuk mengecek kredibilitas venture capital masing-masing ya

    BalasHapus
  7. Baru tahu kalau ada venture capital setelah baca postingan ini. Aku masih nggak paham sama sekali seputar investasi dan malah kadang pusing sendiri. Huhuhu.

    BalasHapus
  8. Harus benar-benar dipelajari dulu nih, mana yang perusahaan dengan kredibilitas baik. sebelum menentukan pilihan.

    BalasHapus
  9. Baru tahu tentang venture capital dan kaitannya dengan bisnis start up. Kalau mau memulai usaha start up mesti punya kredibilitas tinggi ya untuk bisa mendapatkan venture capital

    BalasHapus
  10. Benar banget, saat ingin bekerja sama dengan perusahaan hal utama yang perlu diperhatikan adalah kredibilitas perusahaan tersebut

    BalasHapus
  11. Ini sebenernya membantu banget buat UKM yg mau memajukan bisnisnya yaa, tapi tetap harus mengutamakan kredibiltas si pemberi modal, supaya nggak malah rugi di belakang :)

    BalasHapus
  12. Aku sebenarnya punya cita-cita untuk jadi digitalpreneur juga, Mbak.. pengen membangun bisnis start up, tapi bingung harus mulai dari mana. Awam banget soalnya. Padahal udah ada ide di kepala..

    BalasHapus
  13. Suami pernah ngajuin modal ke salah satu Venture Capital di Jawa Tengah, sayangnya waktu itu manajemen studionya belum cukup baik, jadinya akhirnya di tolak hahaha....Tapi nggak apa2 sih, krn pada akhirnya bikin studio jadi ada perbaikan manajemen.

    BalasHapus
  14. Aku baru baca nih info yang kayak gini. Seneng karena dapat ilmu lagi. Harus belajar dan baca bener2 ya buat cari yang kredibilitasnya baik

    BalasHapus
  15. Nah bener banget nih agar penerima bantuan juga harus memenuhi syarat yang seperti mba bilang di atas. Khususnya yang bisa berdampak positif kepada masyarakat

    BalasHapus
  16. Sebenarnya bantuan juga harus disertai bantuan keterampilan. Agar para penerima bisa berkembang juga usahanya.

    BalasHapus
  17. Mau investasi sekarang tuh sedep ngeri jadi benar-benar harus paham dan cermat ya biar ga zonk

    BalasHapus
  18. Jujur aku nggak ngerti tentang Venture Capital sama sekali, Mbak. Aku sampai googling lagi "apa itu venture capital" dan ketemu blog orang lain yang ditulis tahun 2016 :D jadi, gampangnya, kusimpulkan bahwa Venture Capital itu adalah modal yang diberikan pada perusahaan start up. Modalnya ini, bukan dari Venture Capitalist, melainkan dari para Limited Partner yang menitipkan/ meng-invest sebagian modalnya. Nah, modalnya itu nanti digunakan oleh para perusahaan start up yang dituju. jadi, Venture Capital adalah uangnya, sementara Venture capitalist adalah orang yang menjalankan bisnisnya. Kurang lebih begitu ya? Nah, kalau udah ngerti, aku jadi tahu ke mana arah tulisan Mbak ini.

    Memang nggak mudah dalam memberikan modal untuk start up, karena sejatinya start up itu rentan gagal. Jadi poin2 yang Mbak tulis di atas itu memang benar dan harus diperhatikan bagi Venture Capitalist. Salah2, start up yang dibantu malah gagal dengan cepat.

    Mbak, mungkin next kalau bikin tulisan seperti ini harus dengan infografis sedikit supaya pembaca awam ngerti arahnya. Semoga banyak Venture Capitalist yang baca tulisan Mbak. ;)

    BalasHapus
  19. investasi emang perlu, tapi harus tahu investasi apa yg mau dilakukan. jangan sampe salah dlm memilih investasi. soalnya saat ini banyak tawaran investasi tapi kita sendiri tidak paham dengan investasi yg dilakukan.

    BalasHapus
  20. Makin beragam aja ya jenis investasi. Aku belom paham banget deh dengan venture capital ini. Kepengen tahu lebih banyak. Kudu banyak baca nih. Supaya nantinya, investasi yang aku lakukan gak hanya nabung, asuransi, atau reksa dana saja.

    BalasHapus
  21. Era sekarang penting banget ya Untuk berinvestasi.banyak ragam dan macamnya

    BalasHapus
  22. Wah tambahan ilmu baru lagi nih..beneran sih hafus cek n recek kalau investasi kita ga mau rugi ya..

    BalasHapus
  23. Semakin besar cakupan wilayahnya, prospek usaha makin bagus ya. Startup sekarang jadi ide usaha yang menarik kaum milenial

    BalasHapus
  24. Jadi harus teliti ya dalam memilih investasi, ga cuma sekedar keuntungan tapi juga kredibilitas perusahaan.

    BalasHapus
  25. Duh, aku belum paham soal kayak gini. Apalagi nggak punya pengalaman soal investasi dalam bidang keuangan. Masih harus banyak baca nih soal Venture Capital

    BalasHapus
  26. Baca tulisanmu ini keningku berkerut-kerut karena bingung, Nyi. Hahaha.
    Baru banget denger istilah venture capital. Tapi poin-poin yang Nyi tulis kayaknya berlaku umum kalau kita mau investasi ya, jenis apapun itu, nggak cuma VC.

    BalasHapus
  27. Nyiii..
    Kamu kok kece bangeett siih...

    Apa yang kamu ga tauuu,Nyi?

    Aku baca tulisanmu sambil manggut-manggut ga paham.
    Hiiks~

    BalasHapus
  28. Berbagai jenis investasi kini digelar, prosedurnya pun makin diperingan ya Nyi. Yang tentang venture capital ini aku belum begitu paham nih, kudu belajar lagi.

    BalasHapus
  29. harus lebih jeli lagi ya Mbak dalam menentukan investasi mana yang hendak diambil.
    hmm, jadi nambah ilmu niih. makasih ya Mbak :)

    BalasHapus
  30. Bunda udah gak mikirin investasi lg karena giliran anak2 nunda sekarang yg harus mikirin mereka mau investasi dlm bentuk apa.

    BalasHapus
  31. aku juga baru tau nih soal ini. padahal sarjana ekonomi donggg.. wkwk. sepertinya tentang ini belum ada di teks book jaman aku sekolah ya, haha. anak muda sekarang harus lebih melek investasi.

    BalasHapus
  32. Asyik.banget ulasannya mbak, memang kita haruspunya pengetahuan dulu ya mbak gak asal ikut ini itu, ntar kena investasi bodong. Zonk. Kan galau. Kudu tau kriteria venture yang terpercaya

    BalasHapus
  33. Wah membantu sekali ini bagi yang mau berinvestasi ya. Memang harus teliti betul saat kita ingin menanamkan modal.

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung, tunggu kunjungan balikku ya. Salam!