Minggu, 02 Oktober 2016

Workshop Membuat Tas Sendiri dengan Bimbingan Bu Ismiyati | Owner San&Sen Handmade




Sewing Craft San&Sen Handmade
Peserta Workshop dengan hasil jadi tas


BloggerKendal.com - Sarirejo, 2 Oktober 2016 yang bertepatan dengan hari batik nasional, Kendal Crafter komunitas yang menaungi kerajinan tangan dari berbagai macam bidang yang tak terbatas di Kendal digandeng oleh owner San&Sen Handmade bu Ismiyati dari Sarirejo, Kaliwungu mengadakan Sewing Craft Workshop.

Peserta hanya dibatasi 5 orang saja, selain karena ingin peserta wokshop benar-benar dieksekusi agar berhasil menghasilkan karya, terkendala mesin jahit yang masih terbatas. Sewing Craft ini dimulai pukul 09.00-17.00 sore. Bahan tas dari kain kanvas, kain keras, furing tas, tali, resleting dan lain-lainya sudah satu paket dengan snack dan makan siang. Peserta pun cukup membayar iuran kesertaan Rp 150.000,-.

Apakah bisa sehari jadi?

Sewing Craft San&Sen Handmade
Mentahan Tas dan hasil jadi 


Kenapa tidak? belajar langsung dengan ahlinya, dibimbing dengan alur yang mudah serta bahan yang lengkap, segalanya bisa terselesaikan dengan baik. Peserta juga diharapkan fokus, mengingat dan mencatat segala alur dan bahan apa saja yang harus disiapkan untuk membuat simple bag.
Step by step dengan penuh perjuangan
Step by step dengan penuh perjuangan 

Awalnya perkenalan dari masing-masing peserta, latar belakang ingin mengikuti dan tahu dari mana informasi adalah database yang bisa menjalin silaturahmi menyelamanya. Sesi ini pun saya ikuti, meski saya bukan peserta tetapi mereka baik dan sangat welcome. Kemudian dilanjutkan latihan pemanasan menjahit dan bisa langsung tancap gas melakukan tugas step by step membuat simple bagnya jika dirasa sudah siyap. Saya rasa ini bagian yang mendasari mengapa kita ingin ikut latihan, jadi bismillah dan niat 'saya pasti bisa' harus benar-benar ditanamkan di hati agar segalanya berjalan lancar dari awal hingga akhir.

Silaturahmi memang ajaib


Step by step dengan penuh perjuangan
bu Ismiyati sedang memotong kain kanvas untuk peserta

Saat flyer dari tante Cicik mulai disebar, saya iseng ingin meliput acara tersebut. Eh, tante Cicik, selaku ketua Kendal Cafter memperbolehkan sekali. Beliau justru mendukung dan menawarkan saya ikut pada pertemuan lanjutan. Dikasih ilmu siapa sih yang nggak mau?

Setelah sampai di lokasi dan diperkenalkan dengan pembimbing sewing craft, ah ... lagi-lagi saya berucap syukur. Silaturahmi itu ajaib, membawa berkah, memanjangkan umur, mempertemukan yang telah lama tidak jumpa. Bu Ismiyati pembingbing sewing craft itu adalah guru Sosiologi saya saat SMA. Pembawaannya yang lembut tidak pernah pudar, rasa berbagi dan semangatnya menghangatkan.

Terima kasih ya Rabb, untuk kesempatan menjalin silaturahmi ini. Engkau pertemukan aku dengan pemilik hati yang baik, karena saya percaya hati yan baik akan selamanya hidup, hati yang baik akan selalu memancarkan sinar jernihnya dan hati yang baik akan Engkau pertemukan dengan banyak kebaikan.

Ini bukan sekadar pelatihan tapi juga ajang yang menyenangkan


Yup! Setelah adzan dhuhur berkumandang, peserta harus beristirahat untuk makan dan sholat. Saling bersendau gurau sambil ngilmu, bu Ismiyati menjelaskan soal alat-alat juga bahan-bahannya, tali yang digunakan untuk tas. Bisa menggunakan tali kulit sintetis, dari bahan kain kanvas yang tebal atau dengan webbing katun. Bu Ismiyati membagi ilmunya dengan peserta, karena baginya kemampuan yang kita tularkan akan semakin memperkaya khasanah. Well,  istirahat selesai, proses membuat tas kembali berlngsung, semua peserta kembali ke kursi dan meja jahitnya masing-masing kecuali saya, hahaha ...

Nikmati prosesnya dan rasakan hasilnya
 
Step by step dengan penuh perjuangan
Tante Cicik memamerkan hasil setengah jadinya dengan jempol diperban

Peserta tidak lantas lancar begitu saja, dalam menjalani proses pembuatan simple bag. Jahitan miring, benang bertumpuk-tumpuk yang menyebabkan jarum tidak mau menancap ke kain, anak yang diajak rewel, mesin jahit macet dan bahkan tante Cicik mengalami insiden tersayat jarum pentul. Sementara peserta workshop terjauh dari Limpung dan harus meninggalkan sementara anaknya yang berumur 22 bulan.

Namun, wajah-wajah kelelahan, hampir menyerah, kesal karena tidak jadi-jadi melihat teman lain sudah melaju jauh, ada yang terus berusaha meski mesin jahit ngadat, lalu antri gantian. Semangat mereka belum surut, wajah-wajah yang tadinya sudah mengguratkan titik jenuh, kembali bersinar tatkala satu persatu step yang dilaluinya membuahkan hasil jadi. Senyum tersungging, berkali-kali tas yang dibuat mereka di bolak-balik. Rasa puas, rasa bangga, rasa telah menyelesaikan tugas dengan baik berbaur menjadi satu. Alhamdulillah, proses tidak pernah menghianati hasil. Selamat kawan! Kamu hebat dan teruslah saling menghebatkan orang-orang di sekitarmu.


Kata Bang Kurniawan Gunadi, " Kegagalan adalah proses, lelah adalah proses, airmata adalah proses, kekhawatiran dan kegelisahan juga sebuah proses. Hal yang bisa jadi mengantarkanmu pada kepasrahan dan doa-doa paling tulus yang belum pernah ada dalam hidupmu sebelumnya."
 Dan terimakasih untuk bu Ismiyati, atas ilmunya, semangatnya, bimbingannya dalam menebar kebaikan. Semoga Inspirasi yang datangnya dari dua crafter di Jakarta, yang mengadakan workshopnya dari teras rumah hingga akhirnya, sampai hotel  berbintang lima menyemangatimu untuk terus memberikan lebih dan lebih lagi kepada orang lain. Siapa pun tahu jika mimpi bisa dibangun dengan semalam, tetapi tidak dengan cita-cita, ia harus dibangun dengan anak tangga. Segala sesuatu tidak akan tercapai tanpa restu dari-Nya, maka Bismillah dan bersemangat untuk menggapainya!



Salam.




Baca juga : 

Mie Yamin| Mie dengan Penyajian Kuah Terpisah




19 komentar:

  1. Menjahit tas sptny ga semudah menjahit pakaian ya mb? Bahannya lebih keras bukan? Keren ih bisa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lebih keras, apalagi pas jahit pantatnya mba, mesinnya sampe mogok :-D

      Hapus
  2. Jangankan jahit tas, megang jarum aja aku masih grogi euy. Salut ya sampai ada yang bisa jahit tas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya yang mengikutinya sampe ngiler lihat hasil jadinya :D

      Hapus
  3. Aku suka menjahit, pernah nyobain jahit tas tapi hasilnya nggak simetris hihi pengen belajar lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. harus main ukuran, hahahha dan ukurannya memang hars pas Mba, kecuali jam terbang udah tinggi bisa ngira2

      Hapus
  4. Kreativitas ini harus dikembangkan terus menerus nih, hasilnya bagus ya kak

    BalasHapus
  5. Beli di mana ya motif kainnya cantik cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bu Ismi kulakan di Jogja Kak
      apa mau tak kasih kontak bu Ismi, Kak.
      Bisa pesan dibeliau kalau tak mau repot, mmotifnya buanyak banget. Cakep2 lagi.

      Hapus
  6. Wah, acara yang melatih kreativitas, nih. Positif banget, jadi makin banyak perempuan yang trampil ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, wanita itu multitalented banget kan ya :-D

      Hapus
  7. Wah senangnya kalo punya ketrampilan menjahit seperti ini. Aku nggak bisaaaa, apalagi sekarang masukin benang ke jarum aja sudah siwer deh nggak masuk-masuk hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ketrampilan bisa dilatih hahhaha tapi rasa malesnya itu yang biasanya bikin kita males ya mba Li. Minus ya Mba Li, matanya?
      sama aku juga kalo ga make kacamata susah

      Hapus
  8. Pakai bahan canvas ya. Bangga dong kalau bisa pakai tas buatan sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semacam ada rasa puas gitu bisa make dan bikin sendiri
      saya yang ada di lokasi aja sampe merasa amazing

      Hapus
  9. Suka iri kalau ada ibu2 bisa bikin tas gtu, aku pengen belajar tp waktunya blm ada hiks :(

    BalasHapus
  10. ada rasa pengen belajar, tapi gak bisa jahit, jadi saluut buat para pengrajin tas. keren

    BalasHapus
  11. udah kebayang deh hebohnya saat proses pembuatan tas ini. tp di situ serunya ya... Dan kita jd semakin menghargai barang2 handmade krn membuatnya butuh perjuangan pake banget

    BalasHapus

Terima Kasih telah berkunjung ^_^