Minggu, 10 Juli 2016

Tradisi Syawalan Setelah Lebaran


Bloggerkendal.com – Toa masjid sekitar kostan sudah woro-woro bagi siapa saja yang ingin berziarah ke bukit Jabal, Desa Protomulyo, bisa kumpul di pelataran mushola untuk bersama-sama menuju lokasi. Langsung saja saya ingin menuliskan tradisi Syawalah setelah lebaran ke dalam blogg.

Setalah perayaan hari raya Idul Fitri saling memaafkan di antara sesama umat muslim di seluruh dunia dan menjalankan puasa Ramadhan sebulan penuh. Ada tradisi Syawalan setelah lebaran, moment ini dilakukan sebagai penghormatan tokoh penyebar agama islam di kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.





Hari ketujuh setelah Idul Fitri adalah puncak acara tradisi Syawalan. Ziarah akan dilakukan berawal dari makam Kyai Guru Asy'ari, Sunan Katong, Pangeran Pakuwojo, Pangeran Mandurarejo, Kyai Mustofa, Kyai Musafa,Kyai Rukyat dan tokoh penyebar agama Islam lainnya.


Perjalanan biasanya ditempuh dengan berjalan kaki sekitar lima kilometer menaiki bukit. Biasanya kunjungan sudah berlangsung H+1 lebaran, tetapi puncaknya seminggu setelah lebaran Idul Fitri. Peziarah akan membludak biasanya untuk berkesempatan mendokan seara langsung, jadi bagi warga yang ingin berziarah harus siap antri.


Dalam keramaian berziarah ini biasanya dimanfaatkan oleh para penduduk untuk berdagang makanan dan minuman, juga para pemilik wahana untuk mendirikan stand wahana di lokasi Pasar Sore (alun-alun). Saya belum sempat menanyakan dari mana mereka berasal, karena penuhnya pengunjung dan mereka sedang melakukan pekerjaannya. Jadi saya hanya memandangnya dari jauh dan mengambil foto beberapa wahana yang selalu meramaikan tradisi Syawalan di Kaliwungu. Untuk tiket masuk kali ini dibandrol dengan harga Rp 8000,- padahal tahun kemarin masih Rp 5000,- tetapi apa pun itu kita harus menghargai.



Semoga setiap tetes keringat yang dikeluarkan siapapun hari ini, yang sedang berjuang mengais rizki bisa membuahkan hasil dan kebahagiaan untuk keluarganya, aamiin.  Barangkali inilah perjuangan seorang ayah, walau mereka tidak menyusui kita, namun setiap tetes keringatnya menjadi susu untuk membesarkan kita, semoga menjadi manfaat dan berkah.


Tradisi Syawalan biasanya dipimpin oleh ulama-ulama besar Kaliwungu, diikuti santri, masyarakat lokal dan dari berbagai daerah. Biasanya diisi pembukaan singkat riwayat hidup Kyai Asy'ari, pembacaan srat Al-Ikhlas, Falaq, An-Nas dan tahlil.


Pada puncak Syawalan, akan dilakukan penggantian 'Luwur' (klambu) penutup makam Kyai Asy'ari, yang tingginya mencapai 1 meter.  Setiap bulan Syawal luwur diganti dengan yang baru, lantas yang lama disimpan di masji Al-Muttaqin, masjid besar Kaliwungu. Ada juga lho yang percaya jika luwur tersebut keramat. Yang harus ditelaah adalah acara Syawalan ialah murni  ziarah kubur untuk beribadah, bukan sesuatu perantara untuk mengharap berkah duniawi. Jangan juga dijadikan sebagai ibadah yang keliru yang bersifat hiburan, namun saya percaya Allah selalu menghargai niat.



Selama tradisi Syawalan berlangsung, kemacetan akan terjadi dan tindakan kriminal pencopetan akan timbul di setiap keramaian. Waspadalah bagi masyarakat yang ingin pergi Syawalan ataupun sekadar jalan-jalan bersama sanak keluarga.

8 komentar:

  1. salam kenal mbak. saya tinggal di kendal juga....

    mau ke kaliwungu macet ada syawalan... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kakak, salam kenal juga. Hayukk Syawalan, macet terus ini selama ada arus balik dan syawalan :D

      Hapus
  2. Wah blogger Kendal ya gan ?? :D
    salam kenal dari Kaliwungu ( Magelung )
    mampir ke Blog ane juga gan sama sama blogger Kendal. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhh salam kenal mas, aku sudah mampir. The best, senior saya banget jenengan :D kapan ajak saya mainlah hahahha

      Hapus
  3. Boleh mampir kos2an nggak nih kalo aku mau Syawalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. mampir aja Tan, wellcome banget :-D

      Hapus
  4. acaranya setiap tahun ya?
    boleh ahh kapan" ke sana
    heheheee, eksplore kendal

    salam kenal mba,, http://kelilingdesa.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mas, salam kenal juga.
      iya setelah idul fitri, mesti ada syawalan.
      nama blogmu keren mas :-D

      Hapus

Terima Kasih telah berkunjung ^_^